You see what you wanted to see

Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam jamaah yang lebih baik . Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (Shahih Muslim No.4832)

Tetapi mengapa mengingatNya itu suatu hal yang sulit? Karena pengalaman induktif menunjukkan bahwa menghadapi manusia biasa saja itu sulit, jadi secara analogi bisa dibayangkan akan seperti apa sulitnya untuk menghadapi Yang Maha Kuasa? Jadi pintu mengingatNya akan tertutup oleh akumulasi pengalaman empiris.

Bagaimana menghilangkan prasangka yang menutup pintu ke arahNya?

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s