Protected: Paiman

There is no excerpt because this is a protected post.

Advertisements

skeptis atau optimis?

Dunia ini diisi sebagian oleh orang-orang yang optimist, seperti leaders, motivators, mental/spiritual guru, happiness advocators, tetapi juga tidak kalah banyaknya adalah populasi yang skeptis, bukan hanya orang yang memiliki masalah dengan kebahagiaan dan ketergantungan mental, tetapi juga kalangan intelektual, scientist dan engineers.  Pertanyaan yang selalu mengganggu saya dari masa kecil, kemana kita harus berpihak? Kapankah kita harus mengikuti penganjur

apabila sesuatu terasa sulit, mungkin anda salah jalan

Kita memiliki kecenderungan sosial yang kadang-kadang bertentangan dengan logika. Kita sering tidak yakin pada pilihan mudah. Kalau ada antrian yang panjang, dan disebelahnya ada antrian kosong, kita kadang-kadang justru ragu untuk memilihnya. Kita terdidik dengan adagium, there is no free lunch, yang saya tidak akan menyangkalnya. Tetapi kalau memang ada orang yang memberikan free lunch,

Kalau tidak tahu dua belajarlah tiga

Melihat ke masa lalu sewaktu saya belajar di sekolah, saya merasakan bahwa waktu kita melihat kebelakang, segala sesuatu itu lebih mudah dibandingkan pada saat kita melihatnya sebagai masalah didepan. Materi sekolah yang sebegitu sulitnya saya lihat dimasa kecil ternyata sebegitu mudahnya setelah dilihat semasa saya dewasa. Menurut saya mungkin ada dua hal yang menyebabkannya . Pertama, mempelajari suatu

You see what you wanted to see

Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam jamaah yang lebih baik . Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila